Profil

Sebuah Perjalanan Hidup, from Nothing to Something

Kenalan Dulu Yuk!

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh selamat datang di website RoniRich.com salam kenal dari saya diawali pada tahun 2009 disaat saya berumur 28 tahun, saya menderita penyakit diabetes melitus, dan yang lebih mengagetkan lagi adalah waktu itu kadar gula darah saya 1431 dan itu sangat tinggi sekali didalam catatan medis, nah ini bersumber dari saya dulu obesitas berat badan 98 kg saya juga pola makan dan pola minum juga tidak sehat minumminuman soda makanan yang berkarbohidrat, seperti mie instant dan juga saya perokok, dan jarang olahraga juga, alhasil banyak orang bilang you are what you eat and what you drink, dan ternyata benar pada tahun 2009 singkat cerita saya dilarikan ke rumah sakit mitra keluarga Depok, di ICU dalam kondisi yang memperihatinkan dan pada waktu itu dokter mengabarkan kalau saya ini menderita sakit diabetes melitus, padahal saya tidak ada keturunan dan kalimat keduanya yang membuat saya cukup kaget ketika dokter berkata : “Pak Roni, Pak Roni  memiliki kadar gula 1431” waktu itu saya akhirnya diberikan insulin karena itu sudah tinggi sekali untuk meredakan diabetes diberikan insulin  setelah itu saya koma selama 2 hari, dan seketika itu juga istri saya dipanggil ke ruangan dokter, sebenarnya istri saya pengen dengar adalah oke ini obatnya ABC, tapi ternyata dokter berkata ibu Giana ini yang bisa menyadarkan Pak Roni hanya keajaiban…” ya jadi yang menyadarkan ya bukan menyembuhkan lagi atau bahasanya yang bisa membuat pak roni bertahan hidup hanya keajaiban jadi nggak keluar resep, enggak keluar apa, hanya keajaiban ya karena masyaAllah gula darah saya 1431 itu cukup tinggi sekali untuk orang yang tahu tentang kadar gula darah, singkat cerita saya koma dua hari, dan dirawat di rumah sakit selama 7 hari, saya maksa keluar karena memang sudah tidak ada dananya lagi, dan diwaktu itulah saya benar-benar seperti bukan diri saya, karena berat badan saya dalam waktu 3 bulan turun ke 42 kg hampir 50kg hilang, dan bukan bertambah baik bahkan bertambah buruk.

Dalam artian bertambah buruk, karena waktu itu saya tidak terlalu dekat dengan yang menciptakan saya yaitu Allah, Saya sering menyalahkan Allah, kenapa dari sekian ratus penduduk Indonesia, sayang kena diabetes dengan kadar gula darah tinggi ini, perlanaan komplikasi mulai menyerang tubuh saya, dari mata yang hampir buta, glukoma, saraf kejepit, asam urat tinggi, terus yang saya sangat sedih adalah karena stamina saya lemah letih dan lesu dan palingan energi itu cuma bisa saya gunakan 1 sampai 2 jam, dan energi bukan 100%  paling cuma 50% setiap hari, jadi semua aktivitas saya bisa lakukan cuma dari kamar dan kamar mandi, dari tiduran di kasur mandi dipakai wash lap, dan kondisi saat itu berlangsung sekitar 13 tahun dari tahun 2009-2010 pertengahan, dan waktu itu saya selalu menyalahkan kondisi saya,  kondisi finansial saya juga makin terpuruk, karena saya tidak ada pekerjaan, saya menekuni bisnis cuma tidak berjalan lancar, sedangkan istri harus berjualan kue yang keuntungannya cuma 500 perak, pada waktu itu, Sedangkan anak saya waktu itu baru 2, sekarang Alhamdulillah sudah 3, sempat terpuruk, banyak konflik dengan istri, kondisi tidak sehat dalam keluarga, sering marah-marah, egois, temperamen, mengikuti emosi sampai suatu ketika saya merasa bukan seperti ini seharusnya, saya belum menemukan cahaya dalam hidup, saya tidak menyalahkan, tapi ada hikmahnya, kalau kata istri saya sakit adalah penggugur dosa dan untuk mengevaluasi diri kita juga, setelah itu saya mencoba untuk membacabaca bukukarena memang saya tidak bisa beraktivitas banyak, membaca buku Yusuf Mansur mencari Tuhan yang hilang terus salah satu perubahan hidup saya adalah ketika saya membaca buku, “7 keajaiban rezekidari mas Ippho Santosa, saya yang biasa kurang suka baca buku, biasa 100 lembar baru habis dibaca dalam sebulan, untuk menghabiskan membaca buku ini saya hanya perlu 4 jam, karena buku ini luar biasa dan sangat menarik sekali, karena kita seperti ngobrol sama pengarangnya.

Call: 0812-3939-4444 / 0822-3100-4499

Bogor – Indonesia

Working Hours

24 Hours

Free Consultation

Silakan Hubungi Kontak Kami

Dan Keajaiban Itu Datang

Dan keajaiban itu pun datang, seiring dengan saya mempraktekan apa yang ada di buku, tahajud, duha dan banyak hal kebaikan lainnya, sedekah sesuai kemampuan saya pada saat itu, yang penting ikhlas, juga mengamalkan beberapa langkah-langkah konkrit dalam lembar per lembar bukunya, yang indah adalah ketika kita memperbaiki ibadah kita kepada Allah, justru Allah sedang memperbaiki kehidupan kita, seiringan waktu saya ingin sekali ikut seminarnya mas Ippho Santosa Dan waktu itu Alhamdulillah saya juga mengikuti seminar, dan sempat menjadi panitianya yang Alhamdulillah, saya yang mengundang peserta terbanyak dari 100 orang, yang saya undang hampir setengahnya, lebih 67 orang, ini karena saya sudah punya komunitas sendiri pada waktu itu, dan memang dengan skill saya dan ikhtiar saya, saya share saha pada saat itu masih populer aplikasi BBM (Blackberry Messenger)  dan dari situ mas Ippho memberikan apresiasi kepada saya, di tahun yang sama 2010 itu, karena mas Ippho masih mencari seorang asisten dan qodarullah waktu itu saya Apply saja, notabene skill saya juga belum mumpuni dan juga saya bukan dari latar belakang orang yang berpendidikan tinggi, karena saya kuliah dua kali, dua-duanya lulus dengan cepatnya bukan lurus ya tapi lolos, alias di DO, waktu itu saya kuliah di Unpad yang pertama kuliah sastra Jepang yang kedua dari universitas Darma Persada Sastra Jepang juga, dua-duanya saya di DO, kalau yang pertama memang ini di DO-nya karena saya Malas belajar, saya pengen jurusan Inggris dapatnya Jepang, tapi alhamdulillah enggak dapat gelar, gak dapat ijazah tapi dapat ijap sah, ya istri saya satu universitas, mahasiswa di unpad juga Sastra Jepang, dan setelah ke Jakarta di universitas darma persada, karena waktu itu ibu saya meninggal, dan tidak ada biaya untuk melanjutkan kuliah, jadi begitu pertengahan semester lagi mau naik tingkat dua, sudah gak ada biaya lagi, akhirnya saya putuskan untuk keluar, ketika saya meng-apply pun satu dua bulan pada waktu itu, saya juga mendapatkan cobaan dan ujian menderita sakit kuning hepatitis,  kuning semua badan dengan kondisi yang memang bener-bener drop abis, tapi Masya Allah tabarakallah Do’a saya dijawab sama Allah, waktu itu saya langsung dipanggil oleh mas Ippho Santosa dan pada hari itu juga Alhamdulillah saya diterima sebagai personal assistantnya mas ippho Santosa.

Semenjak itu dari tahun 2010 saya banyak-banyak sekali belajar dan berterima kasih mengkhususkan untuk mas Ippho Santosa dan keluarga semoga diberikan kesehatan dan keberkahan rezeki yang berkah berlimpah, dari situ saya banyak belajar, bertemu dengan orang-orang hebat, tokoh-tokoh nasional seperti Ustadz Nasrulloh, Pak Jamil Azzaini, Ahmad Ghazali,  dan saya pelajari polanya ilmunya orang sukses seperti apa, orang kaya seperti apa, dan Alhamdulillah dari ilmu-ilmu itu yang mengantarkan saya ke kehidupan saya yang sekarang yang lebih baik, salah satunya juga saya tertarik untuk menjadi motivator, karena sebenarnya motivator bukan saya untuk memotivasi banyak orang, walapun niat, tapi sebenarnya untuk memotivasi diri saya sendiri, karena memang tidak mudah untuk saya pribadi dengan diabetes ini yang pasti akan selalu ada pada diri saya,  tapi bagaimana saya bisa mengemasnya agar bisa menjadikan penyakit diabetes inilah yang justru menjadi suatu kelebihan saya, semoga teman-teman bisa mendapatkan keajaiban seperti saya, bisa mendapatkan momentum yang luarbiasa, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.